Doomscrolling Mengganggu Kesehatan Mental Keluarga dan Cara Keluar dari Kebiasaan Ini
Pernahkah Anda merasa sulit berhenti membaca berita buruk di ponsel meskipun hati semakin cemas? Fenomena ini disebut doomscrolling, yaitu kebiasaan menggulir layar tanpa henti untuk mengonsumsi informasi negatif. Di tengah banjir berita tentang bencana, krisis ekonomi, dan ketidakpastian global, doomscrolling bukan hanya membuang waktu, tapi juga menggerogoti kesehatan mental secara perlahan. Yang lebih mengkhawatirkan, kebiasaan ini bisa menular ke seluruh anggota keluarga.
Anak-anak dan remaja yang melihat orang tua terus-menerus menatap layar dengan ekspresi cemas akan meniru pola yang sama. Di Indonesia, 1 dari 3 remaja tidak baik-baik saja secara mental. Dampaknya bukan sekadar berkurangnya waktu berkualitas bersama keluarga, tetapi juga meningkatnya risiko gangguan kecemasan, depresi, dan gangguan tidur pada semua anggota keluarga.
Apa Itu Doomscrolling dan Seberapa Besar Dampaknya?
Doomscrolling berasal dari gabungan kata doom (malapetaka) dan scrolling (menggulir). Istilah ini mulai populer pada 2020, namun kebiasaannya sudah ada jauh sebelumnya. Secara psikologis, otak manusia memang dirancang untuk lebih waspada terhadap informasi negatif. Mekanisme ini dulu berguna untuk bertahan hidup dari predator, tapi sekarang membuat kita terus mencari berita buruk di tengah banjir informasi, tanpa sadar bahwa konsumsi berlebihan justru merugikan.
Data dan Fakta Penting
| Dampak | Temuan Riset | Sumber |
|---|---|---|
| Kesehatan Mental Remaja | 11% remaja menunjukkan perilaku penggunaan media sosial bermasalah di Eropa, naik dari 7% pada 2018 | WHO HBSC Study 2024 |
| Gangguan Tidur | Paparan layar larut malam menekan produksi melatonin dan menunda waktu tidur | Medical Daily / WHO 2026 |
| Kecemasan | Penggunaan layar lebih dari 4 jam per hari pada anak-anak dikaitkan dengan risiko depresi dan kecemasan yang lebih tinggi | National Survey of Childrenβs Health 2026 |
| Dampak pada Orang Dewasa | Doomscrolling meningkatkan kadar kortisol (hormon stres) dan memperkuat siklus kecemasan | Springer Journal 2025 |
Data WHO Eropa yang dirilis September 2024 menunjukkan bahwa lebih dari sepertiga remaja (36%) menjalin kontak daring dengan teman secara terus-menerus, sementara 1 dari 5 remaja bermain gim digital setidaknya 4 jam sehari. Angka ini mengkhawatirkan karena penggunaan layar yang berlebihan sering kali menjadi pintu masuk perilaku doomscrolling.
Mengapa Doomscrolling Berbahaya bagi Keluarga?
Kebiasaan doomscrolling tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga merembet ke dinamika keluarga secara keseluruhan. Berikut beberapa dampak utama pada keluarga:
- Kualitas interaksi keluarga menurun β Orang tua yang sibuk menatap layar saat anak berbicara mengirimkan pesan bahwa ponsel lebih penting daripada mereka.
- Kecemasan yang menular β Anak-anak menangkap kecemasan orang tua saat membaca berita buruk, meskipun orang tua tidak mengatakannya secara langsung.
- Gangguan tidur pada anak β Paparan orang tua terhadap layar larut malam sering kali berarti anak juga ikut begadang atau tidur dengan kualitas buruk.
- Normalisasi perilaku tidak sehat β Ketika anak melihat orang tua terus-menerus mengecek ponsel, mereka menganggap perilaku tersebut normal dan akan menirunya.
Langkah Praktis Menghentikan Doomscrolling di Keluarga
Berita baiknya, doomscrolling adalah kebiasaan yang bisa diubah. Berikut langkah-langkah praktis yang bisa diterapkan di rumah:
1. Batasi Konsumsi Berita
Tentukan waktu khusus untuk membaca berita, misalnya 15-20 menit di pagi hari. Gunakan pengatur waktu (timer) dan berhenti saat alarm berbunyi. Pilih satu atau dua sumber berita tepercaya dan hindari berganti-ganti platform yang memperkuat siklus doomscrolling.
2. Ciptakan Zona Bebas Layar
Tentukan area atau waktu tertentu di rumah yang bebas dari layar. Kamar tidur, meja makan, dan 30 menit sebelum tidur sebaiknya menjadi zona bebas gawai. Penelitian menunjukkan bahwa membatasi layar di kamar tidur secara signifikan meningkatkan kualitas tidur dan mengurangi kecemasan.
Prioritaskan kamar tidur bebas gawai setelah jam tertentu. Menjaga aktivitas fisik sebagai prioritas harian yang tidak bisa ditawar adalah salah satu intervensi paling efektif yang bisa dilakukan orang tua untuk melindungi kesehatan mental anak.
β Ringkasan Rekomendasi, Medical Daily 2026
3. Ganti dengan Aktivitas Bermakna
Ketika dorongan untuk membuka media sosial muncul, alihkan ke aktivitas lain yang melibatkan gerakan fisik. Bermain bersama anak di halaman rumah, jalan santai sore hari, atau sekadar melakukan peregangan bersama bisa menjadi pengalih yang efektif. Aktivitas fisik tidak hanya mengalihkan perhatian dari ponsel, tetapi juga menurunkan kadar kortisol dan meningkatkan suasana hati.
4. Terapkan Aturan Layar untuk Semua Anggota Keluarga
Aturan screen time sebaiknya berlaku untuk orang tua juga, bukan hanya anak-anak. WHO dan AAP merekomendasikan panduan screen time spesifik per usia yang bisa jadi acuan keluarga. Buat kesepakatan keluarga tentang batasan penggunaan gawai, misalnya tidak ada ponsel saat makan malam atau tidak ada layar satu jam sebelum tidur. Ketika orang tua menjadi teladan, anak-anak akan lebih mudah mengikuti.
Kapan Harus Mencari Bantuan Profesional?
Doomscrolling yang sudah mengganggu kehidupan sehari-hari memerlukan penanganan lebih serius. Tanda-tanda yang perlu diwaspadai meliputi: sulit tidur karena memikirkan berita buruk, merasa cemas atau panik saat tidak memegang ponsel, menarik diri dari interaksi sosial, dan mengalami perubahan suasana hati yang drastis. Jika Anda atau anggota keluarga mengalami gejala-gejala tersebut, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga profesional kesehatan mental.
Langkah pertama untuk keluar dari siklus doomscrolling adalah menyadari bahwa Anda tidak sendirian. Ratusan juta orang di seluruh dunia mengalami hal yang sama. Bedanya, mereka yang berhasil keluar memutuskan untuk mengambil kendali β bukan atas berita yang muncul, tetapi atas bagaimana mereka meresponsnya. Mulailah hari ini, satu perubahan kecil pada satu waktu. Keluarga Anda layak mendapatkan perhatian penuh Anda, bukan sisa perhatian setelah menggulir tanpa henti.